<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>-=&#124; Catatan Fredy Rendra &#124;=- &#187; Cinta</title>
	<atom:link href="http://ndra.gmib26.net/category/cinta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ndra.gmib26.net</link>
	<description>&#34; Catatan tentang kehidupan, persahabatan, kedokteran gigi, kesehatan, dunia IT, internet dan Open Source &#34;</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 15:18:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Hachiko si Anjing yang Setia (Chuken Hachiko)</title>
		<link>http://ndra.gmib26.net/2010/07/hachiko-si-anjing-yang-setia-chken-hachik/</link>
		<comments>http://ndra.gmib26.net/2010/07/hachiko-si-anjing-yang-setia-chken-hachik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 03:17:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bijak]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[anjing]]></category>
		<category><![CDATA[hachiko]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[setia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndra.gmib26.net/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[Hachiko (10 November 1923-8 Maret 1935) adalah seekor anjing jantan jenis Akita Inu kelahiran Odate, Prefektur Akita. Ia terus dikenang sebagai lambang kesetiaan anjing terhadap majikan. Setelah majikannya meninggal, Hachiko terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di Stasiun Shibuya, Tokyo. Julukan baginya adalah Hachiko Anjing yang Setia (Chuken Hachiko). Patung Hachiko di depan Stasiun&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:like href="http%3A%2F%2Fndra.gmib26.net%2F2010%2F07%2Fhachiko-si-anjing-yang-setia-chken-hachik%2F" send="true" width="450" show_faces="true" font=""></fb:like><p><img class=" alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a9/Hachiko-hakusei.jpg/220px-Hachiko-hakusei.jpg" alt="" width="220" height="229" /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hachiko</strong> (10  November 1923-8 Maret 1935)  adalah seekor anjing jantan jenis Akita  Inu kelahiran Odate, Prefektur Akita. Ia terus dikenang sebagai  lambang kesetiaan anjing terhadap majikan. Setelah majikannya meninggal,  Hachiko terus menunggu majikannya yang tidak kunjung pulang di Stasiun Shibuya, Tokyo.</p>
<p style="text-align: justify;">Julukan baginya adalah <strong>Hachiko Anjing yang Setia</strong> (<em>Chuken Hachiko</em>). Patung Hachiko  di depan Stasiun Shibuya telah menjadi salah satu marka tanah di Shibuya.  Sewaktu membuat janji untuk bertemu di Shibuya, orang sering berjanji  untuk bertemu di depan patung Hachiko.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Kisah hidup</h2>
<p style="text-align: justify;">Lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan  bernama Oshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya  adalah keluarga Giichi Saito dari kota Odate, Prefektur Akita. Lewat  seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin  memelihara anjing jenis Akita Inu. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami  tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari  Stasiun Odate, 14 Januari 1924. Setelah  menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun  Ueno, Tokyo.<span id="more-317"></span></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><img title="Hachiko" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6b/Hachiko.JPG/220px-Hachiko.JPG" alt="" width="220" height="323" /><p class="wp-caption-text">Hachiko di usia senja</p></div>
<p>Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesabur?  Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas  Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun,  sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta  anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali  memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di  rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi  dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi  bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo  Department Store sekarang.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar  kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di  pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya  hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke  stasiun untuk menjemput.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada 21  Mei 1925,  seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal  dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan  tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno,  upacara <em>tsuya</em> (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan  pada malam hari 25 Mei 1925.  Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John  dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl class="wp-caption alignright" style="width: 230px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/46/Hachiko200505-4.jpg/220px-Hachiko200505-4.jpg" alt="" width="220" height="165" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Patung Hachiko  di depan Stasiun Shibuya</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Nasib malang ikut menimpa Hachi karena Yae harus meninggalkan rumah  almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi.  Hachi dan John dititipkan kepada salah seorang kerabat Yae yang  memiliki toko kimono di kawasan Nihonbashi.  Namun cara Hachi meloncat-loncat menyambut kedatangan pembeli ternyata  tidak disukai. Ia kembali dititipkan di rumah seorang kerabat Yae di Asakusa.  Kali ini, kehadiran Hachi menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya  dan tetangga di Asakusa. Akibatnya, Hachi dititipkan ke rumah putri  angkat Profesor Ueno di Setayaga.  Namun Hachi suka bermain di ladang dan merusak tanaman sayur-sayuran.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada musim gugur 1927, Hachi dititipkan di rumah Kikusaburo Kobayashi  yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno. Rumah keluarga Kobayashi  terletak di kawasan Tomigaya yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam  kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikan di  Stasiun Shibuya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1932,  kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi  Sait? dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan  kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, Sait? menulis kisah sedih  tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkannya ke harian Tokyo  Asahi Shimbun, dan dimuat dengan judul <em>Itoshiya roken monogatari</em> (&#8220;Kisah Anjing Tua yang Tercinta&#8221<img src="http://ndra.gmib26.net/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/13.gif" style="border:none;background:none;" alt=";)" />. Publik Jepang akhirnya mengetahui  tentang kesetiaan Hachi yang terus menunggu kepulangan majikan. Setelah  Hachi menjadi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang di  sekitar Stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran <em>ko</em> (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya  Hachik?.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekitar tahun 1933, kenalan Saito, seorang pematung bernama Teru Ando  tersentuh dengan kisah Hachiko Ando ingin membuat patung Hachiko.  Setiap hari, Hachiko dibawa berkunjung ke studio milik Ando untuk  berpose sebagai model. Ando berusaha mendahului laki-laki berumur yang  mengaku sebagai orang yang dititipi Hachiko. Orang tersebut menjual  kartu pos bergambar Hachiko untuk keuntungan pribadi. Pada bulan Januari  1934, Ando  selesai menulis proposal untuk mendirikan patung Hachiko, dan proyek  pengumpulan dana dimulai. Acara pengumpulan dana diadakan di Gedung  Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan), 10 Maret 1934. Sekitar tiga ribu penonton hadir untuk melihat Hachiko.</p>
<p style="text-align: justify;">Patung perunggu Hachiko akhirnya selesai dan diletakkan di depan  Stasiun Shibuya. Upacara peresmian diadakan pada bulan April 1934, dan  disaksikan sendiri oleh Hachiko bersama sekitar 300 hadirin. Ando juga  membuat patung lain Hachiko yang sedang bertiarap. Setelah selesai pada 10 Mei 1934, patung tersebut dihadiahkannya kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri  Kojun.</p>
<p style="text-align: justify;">Selepas pukul 06.00 pagi, tanggal 8 Maret 1935,  Hachiko, 13 tahun, ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan dekat  Jembatan Inari, Sungai  Shibuya. Tempat tersebut berada di sisi lain Stasiun Shibuya.  Hachiko biasanya tidak pernah pergi ke sana. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 230px"><img title="Tempat pemakaman Profesor Ueno dan Hachik?" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/24/Grave_of_Hidesaburo_Ueno_and_monument_of_Hachiko%2C_in_the_Aoyama_Cemetery.jpg/220px-Grave_of_Hidesaburo_Ueno_and_monument_of_Hachiko%2C_in_the_Aoyama_Cemetery.jpg" alt="" width="220" height="165" /><p class="wp-caption-text">Tempat pemakaman Profesor Ueno dan Hachiko</p></div>
<p>Upacara perpisahan dengan Hachiko dihadiri orang banyak di Stasiun  Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri  tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myoyu-ji  diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachiko berlangsung  seperti layaknya upacara pemakaman manusia. Hachiko dimakamkan di  samping makam Profesor Ueno di Pemakaman  Aoyama. Bagian luar tubuh Hachiko diopset, dan hingga kini  dipamerkan di Museum Nasional Ilmu Pengetahuan, Ueno,  Tokyo.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada 8  Juli 1935,  patung Hachiko didirikan di kota kelahiran Hachiko di Odate. tepatnya  di depan St</p>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl class="wp-caption alignright" style="width: 230px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/e/e8/Hachiko_20040803.jpg/220px-Hachiko_20040803.jpg" alt="" width="220" height="165" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Patung Hachiko  di depan Stasiun Odate</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">asiun Odate. Patung tersebut dibuat serupa dengan patung Hachiko di  Shibuya. Dua tahun berikutnya (1937), kisah  Hachiko dimasukkan ke dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2  sekolah rakyat di Jepang. Judulnya adalah <em>On o wasureruna</em> (<em>Balas  Budi Jangan Dilupakan</em>).</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1944,  di tengah berkecamuknya Perang Dunia II, patung perunggu Hachiko ikut dilebur untuk  keperluan perang. Patung pengganti yang sekarang berada di Shibuya  adalah patung yang selesai dibuat bulan Agustus 1948. Patung  tersebut merupakan karya pematung Takeshi Ando, anak laki-laki Teru  Ando.</p>
<p style="text-align: justify;">Pintu keluar Stasiun JR Shibuya yang berdekatan dengan patung Hachiko disebut Pintu Keluar Hachiko. Sewaktu didirikan kembali tahun 1948,  patung Hachiko diletakkan di bagian tengah halaman stasiun menghadap ke  utara. Namun setelah dilakukan proyek</p>
<p style="text-align: justify;">perluasan halaman stasiun pada  bulan Mei 1989,  patung Hachiko dipindah ke tempatnya yang sekarang dan menghadap ke  timur.</p>
<p style="text-align: justify;">Film <em>Hachiko  Monogatari</em> karya sutradara Seijiro  Koyama mulai diputar di Jepang, Oktober 1987. Pada  bulan berikutnya diresmikan patung Hachiko di kota kelahirannya, Odate.  Monumen peringatan ulang tahun Hachik? ke-80 didirikan 12  Oktober 2003 di lokasi rumah kelahiran Hachiko di Odate. Sebuah drama spesial  tentang Hachiko ditayangkan jaringan televisi Nippon Television pada tahun 2006. Drama  sepanjang dua jam tersebut diberi judul <em>Densetsu no Akitaken Hachi</em> (<em>Legenda Hachi si Anjing Akita</em>). Pada tahun 2009 film <em>Hachiko: A Dog&#8217;s Story</em> karya sutradara Lasse  Hallström mulai diputar dan dibintangi oleh Richard  Gere dan Joan Allen.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em>sumber : <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hachik%C5%8D" target="_blank">http://id.wikipedia.org/wiki/Hachik?</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra.gmib26.net/2010/07/hachiko-si-anjing-yang-setia-chken-hachik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persistensi Sebuah Kerinduan</title>
		<link>http://ndra.gmib26.net/2008/03/persistensi-sebuah-kerinduan/</link>
		<comments>http://ndra.gmib26.net/2008/03/persistensi-sebuah-kerinduan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 12:30:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[The Soul]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Rindu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.gmib26.net/ndra/2006/11/09/persistensi-sebuah-kerinduan/</guid>
		<description><![CDATA[Huh, Sudah berbagai cara kulakukan untuk mengalihkan segala perhatian dan pikiranku tapi tetap saja rasa rindu itu berkecamuk dalam otakku. Sebuah keinginan untuk melihatmu begitu sering menghampiriku tidak hanya dalam kesendirian, tapi bahkan dalam kesibukanku juga. Semua yang kulakukan selalu mengingatkan diriku kepada keberadaanmu selama ini. Yach, itulah yang kurasakan, selalu dan selalu ada. tak&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:like href="http%3A%2F%2Fndra.gmib26.net%2F2008%2F03%2Fpersistensi-sebuah-kerinduan%2F" send="true" width="450" show_faces="true" font=""></fb:like><p align="right"><img src="http://ndra16.files.wordpress.com/2006/11/miss-you-lg.jpg" border="1" alt="" hspace="5" vspace="5" align="right" /></p>
<p>Huh, Sudah berbagai cara kulakukan untuk mengalihkan segala perhatian dan pikiranku tapi tetap saja rasa rindu itu berkecamuk dalam otakku.</p>
<p>Sebuah keinginan untuk melihatmu begitu sering menghampiriku tidak hanya dalam kesendirian, tapi bahkan dalam kesibukanku juga.</p>
<p>Semua yang kulakukan selalu mengingatkan diriku kepada keberadaanmu selama ini.</p>
<p>Yach, itulah yang kurasakan, selalu dan selalu ada.</p>
<p>tak ada satu carapun yang bisa menghentikannya.</p>
<p>Saat ini, bahkan mungkin selamanya&#8230;</p>
<p>Kerinduan ini akan selalu ada&#8230;  <img src='http://ndra.gmib26.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra.gmib26.net/2008/03/persistensi-sebuah-kerinduan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

