<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>-=&#124; Catatan Fredy Rendra &#124;=- &#187; General</title>
	<atom:link href="http://ndra.gmib26.net/category/umum/general/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ndra.gmib26.net</link>
	<description>&#34; Catatan tentang kehidupan, persahabatan, kedokteran gigi, kesehatan, dunia IT, internet dan Open Source &#34;</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 15:18:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Versi Baru dari &#8220;My Galleries&#8221;</title>
		<link>http://ndra.gmib26.net/2009/06/versi-baru-dari-my-galleries/</link>
		<comments>http://ndra.gmib26.net/2009/06/versi-baru-dari-my-galleries/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 12:35:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndra</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>
		<category><![CDATA[galleries]]></category>
		<category><![CDATA[Picasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndra.gmib26.net/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini saya sangat sibuk dengan mencoba berbagai macam plugins guna mendapatkan plugins yang bagus untuk mengelola foto-foto dalam geleri saya. Memang saya memiliki space hosting yang besar yang dapat menampung banyak file foto, namun dengan memanfaat kemudahan upload dan editing saya menginginkan plugins yang bisa memaksimalkan account saya di picasa milik google. Setelah&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:like href="http%3A%2F%2Fndra.gmib26.net%2F2009%2F06%2Fversi-baru-dari-my-galleries%2F" send="true" width="450" show_faces="true" font=""></fb:like><p><a href="http://ndra.gmib26.net/my-galleries/"></a><a href="http://ndra.gmib26.net/wp-content/uploads/2009/06/New-Galleries.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-251" title="New Galleries" src="http://ndra.gmib26.net/wp-content/uploads/2009/06/New-Galleries-300x202.jpg" alt="" width="300" height="202" /></a>Beberapa hari ini saya sangat sibuk dengan mencoba berbagai macam plugins guna mendapatkan plugins yang bagus untuk mengelola foto-foto dalam geleri saya. Memang saya memiliki space hosting yang besar yang dapat menampung banyak file foto, namun dengan memanfaat kemudahan upload dan editing saya menginginkan plugins yang bisa memaksimalkan account saya di picasa milik google.</p>
<p>Setelah sebelumnya mencoba plugins yang bernama KPICASA, saya merasa kurang puas dengan performanya yang membuat blog ini sangat berat untuk di akses. Apalagi server tempat hosting saya sedang mengalami overload access SQL yang diakibatkan oleh website2 besar milik PTN yang sedang menadakan ujian online (menurut CS yang saya hubungi semalam). Solusinya adalah plugins yang digunakan harus ringan. Maka, setelah mencoba beberapa plugins dan melihat review dari beberapa forum saya memutuskan untuk mencoba plugins yang bernama Shashin 2.4.2</p>
<p><span id="more-187"></span></p>
<p>Setelah melakukan penginstalan dan mengatur beberapa parameter di sub menu setting pada dashboard dan meng-add album serta mengsinkronisasi saya mencoba untuk mengintegrasikan ke halaman galeri saya. dan setelah saya mencoba untuk membuka halaman tersebut, ternyata performanya lumayan cepat tidak seberat kpicasa yang saya coba sebelumnya.</p>
<div id="attachment_253" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><a href="http://ndra.gmib26.net/wp-content/uploads/2009/06/highslide-js.jpg"><img class="size-medium wp-image-253" title="Highslide" src="http://ndra.gmib26.net/wp-content/uploads/2009/06/highslide-js-300x202.jpg" alt="" width="250" /></a><p class="wp-caption-text">Bentuk tampilan menggunakan Highslide</p></div>
<p>Masalah hanya muncul saat awal penyettingan plugins, dimana proses sinkronisasi yang tidak sempurna menyebabkan plugins error karena foto yang terload baru sebagian. namun setelah dilakukan sinkronisasi ulang bisa berjalan dengan baik.</p>
<p>Proses sinkronisasi juga bisa diatur secara otomatis setiap hari sehingga jika anda melakukan perubahan atau menambahkan foto baru dalam account picasa makan akan secara otomatis ditambahkan jugadalam database shashin.<br />
dalam hal tampilan penuhnya, plugins ini menggunakan Highslide sebagai mesin penampilnya. Selain menggunakan Highslide, Shasin juga bisa menggunakan penampil lain seperti lightbox maupun thicbox sesuai dengan selera dan kesukaan anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra.gmib26.net/2009/06/versi-baru-dari-my-galleries/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Met Taon Baru&#8230;</title>
		<link>http://ndra.gmib26.net/2008/01/met-taon-baru/</link>
		<comments>http://ndra.gmib26.net/2008/01/met-taon-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2007 17:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndra</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.gmib26.net/ndra/2008/01/01/met-taon-baru/</guid>
		<description><![CDATA[Hujan&#8230; tambah lagi Angin&#8230; sibuk jaga warnet&#8230; 3 alasan diatas yang membuatku gak punya acara keluar buat taon baruan&#8230; selain itu, kasian juga adekku, tadi pagi dia MRS dan sekarang terpaksa merayakan pergantian Taun di RS, satu lagi tambahan alasan untuk tidak keluar&#8230; BTW, harapan tetap ada&#8230; Semoga Tahun yang baru membawa perbaikan&#8230; Hope We&#8217;ll&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:like href="http%3A%2F%2Fndra.gmib26.net%2F2008%2F01%2Fmet-taon-baru%2F" send="true" width="450" show_faces="true" font=""></fb:like><p>Hujan&#8230;</p>
<p>tambah lagi Angin&#8230;</p>
<p>sibuk jaga warnet&#8230;</p>
<p>3 alasan diatas yang membuatku gak punya acara keluar buat taon baruan&#8230; selain itu, kasian juga adekku, tadi pagi dia MRS dan sekarang terpaksa merayakan pergantian Taun di RS, satu lagi tambahan alasan untuk tidak keluar&#8230;</p>
<p>BTW, harapan tetap ada&#8230;</p>
<p>Semoga Tahun yang baru membawa perbaikan&#8230;</p>
<p>Hope We&#8217;ll get the Best&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra.gmib26.net/2008/01/met-taon-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar lagi PsyBNC</title>
		<link>http://ndra.gmib26.net/2007/12/belajar-lagi-psybnc/</link>
		<comments>http://ndra.gmib26.net/2007/12/belajar-lagi-psybnc/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 16:02:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndra</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[The Activities]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.gmib26.net/ndra/2007/12/28/belajar-lagi-psybnc/</guid>
		<description><![CDATA[hampir 4 tahun yang lalu aku pernah belajar tentang psyBNC, dah lupa caranya. Eh, gak tau kenapa beberapa hari lalu sempat terlintas bikin psy lagi tapi ternyata sulit juga cari shell-nya (yang gratis maksudnya&#8230;hehheheh). Entah saat browsing, si mbah Google memberi masukan tentang psy under windows. setelah cari sana-sini, dapet juga file-nya. Proses gak terlalu&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:like href="http%3A%2F%2Fndra.gmib26.net%2F2007%2F12%2Fbelajar-lagi-psybnc%2F" send="true" width="450" show_faces="true" font=""></fb:like><p>hampir 4 tahun yang lalu aku pernah belajar tentang psyBNC, dah lupa caranya. Eh, gak tau kenapa beberapa hari lalu sempat terlintas bikin psy lagi tapi ternyata sulit juga cari shell-nya (yang gratis maksudnya&#8230;hehheheh). Entah saat browsing, si mbah Google memberi masukan tentang psy under windows. setelah cari sana-sini, dapet juga file-nya.</p>
<p>Proses gak terlalu rumit, cukup install, edit port lalu [run] psybnc.exe maka sudah jadilah psybnc under windows.</p>
<p align="center"><img src="http://ndra16.files.wordpress.com/2007/12/psy.jpg" alt="psy.jpg" /></p>
<p>penasaran bisa jalan ato nggak langsung aja aku buka program irc andalan &#8220;<i><b>mIRC</b></i>&#8220;. pointing server ke IP komputer ternyata langsung muncul pesan :</p>
<p><font color="#8c0505"><br />
-Welcome- psyBNC2.3.2-4<br />
&#8211;psyBNC- Your IRC Client did not support a password. Please type /QUOTE PASS yourpassword to connect.</font></p>
<p>Ah.. dah konek&#8230;</p>
<p>ternyata bisa juga, setelah trial beberapa hari, ternyata lumayan juga. mesti psy akan mati saat komputer dimatikan. Tapi, kalo di whois, kayak psy beneran yang jalan di sebuah shell lho&#8230;. <img src='http://ndra.gmib26.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra.gmib26.net/2007/12/belajar-lagi-psybnc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waspadai Jalan Pikiranmu&#8230;</title>
		<link>http://ndra.gmib26.net/2007/12/waspadai-jalan-pikiranmu/</link>
		<comments>http://ndra.gmib26.net/2007/12/waspadai-jalan-pikiranmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 16:32:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndra</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.gmib26.net/ndra/2007/12/27/waspadai-jalan-pikiranmu/</guid>
		<description><![CDATA[Aku pernah dapet cerita ini beberapa tahun lalu&#8230; Dalam sejarah, tentara nazi terkenal sebagai tentara yang sangat kejam terhadap tawanan perang yang mereka tangkap. Para tawanan tersebut di karantina di sebuah penjara yang terletak di pinggiran kota berlin. Pihak Nazi menerapkan shock terapi terhadap para tawanan yang ada dalam penjara tersebut. Tawana yang bersalah didudukkan&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:like href="http%3A%2F%2Fndra.gmib26.net%2F2007%2F12%2Fwaspadai-jalan-pikiranmu%2F" send="true" width="450" show_faces="true" font=""></fb:like><p>Aku pernah dapet cerita ini beberapa tahun lalu&#8230;</p>
<p>Dalam sejarah, tentara nazi terkenal sebagai tentara yang sangat kejam terhadap tawanan perang yang mereka tangkap. Para tawanan  tersebut di karantina di sebuah penjara yang terletak di pinggiran kota berlin.</p>
<p>Pihak Nazi menerapkan shock terapi terhadap para tawanan yang ada dalam penjara tersebut. Tawana yang bersalah didudukkan ditengah ruangan dengan tangan yang terikat dan kepala tertutup kain hitam dan disaksikan oleh semua tahanan yang ada, tawanan tersebut dieksekusi dengan cara memotong nadi tangan dan membiarkan sitahanan tersebut mati secra perlahan karena kehabisan darah. Nazi menekankan kepada semua tawanan bahwa siapapun yang melakukan kesalahan akan menjalani hukuman yang sama.</p>
<p>Shock terapi tersebut memang benar-benar ampuh, para tawanan berpikir jika mereka melakukan kesalahan maka mereka juga akan segera menemui ajal dengan hukuman mati dipotong nadinya.</p>
<p>Suatu ketika salah seorang tawanan melakukan kesalahan dan diputuskan akan menjalani hukuman potong nadi. Maka, dengan disaksikan oleh semua tahanan yang ada, si tawanan tadi didudukkan disebuah kursi yang ada di tengah ruangan dalam keadaan tangan terikat dan kepala ditutup kain hitam&#8230;</p>
<p>&#8220;waktuku tinggal sebentar lagi..&#8221; pikir si tawanan, &#8220;tak ada lagi jalan keluar, sebentar lagi aku mati&#8230;&#8221;. Tubuh sitawanan gemetar&#8230;</p>
<p>Tibalah saat hukuman dilakukan&#8230;</p>
<p>tangan tawanan tersebut dipegang oleh algojo dan nadi dipotong, namun tidak dengan menggunakan pisau melainkan dengan pecahan es sehingga tangan tawanan tersebut tidak terluka sedikitpun. es pun mencair membasahi tangan tawanan&#8230;</p>
<p>anda tahu yang terjadi selanjutnya??</p>
<p>Sitawanan menjadi pucat, dingin, semakin lemah&#8230;lemah.. dan akhirnya meninggal tak lama setelah itu&#8230;</p>
<p>Lho kog???</p>
<p>Dalam pikiran si tawanan tadi, dia berpikir bahwa nadi tangannya telah terpotong dan air es yang mencair membasahi tangannya dia kira adalah darah yang keluar dari pembuluh darahnya yang terpotong dan dia berpikir bahwa dia telah mati&#8230;</p>
<p>itulah yang terjadi, si tawanan berpikir dia telah mati, dan dalam sekejap tubuhnya menjadi pucat, suhu tubuhnya menurun drastis dan akhirnya dia meninggal karena pikirannya sendiri&#8230;</p>
<p>Jadi, berhati-hatilah dengan pikiranmu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra.gmib26.net/2007/12/waspadai-jalan-pikiranmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blog yang terlantar&#8230;</title>
		<link>http://ndra.gmib26.net/2007/12/blog-yang-terlantar/</link>
		<comments>http://ndra.gmib26.net/2007/12/blog-yang-terlantar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 15:51:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndra</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.gmib26.net/ndra/2007/12/21/blog-yang-terlantar/</guid>
		<description><![CDATA[Hehehe&#8230; Lumayan lama juga blog ini terlantar gak keurus&#8230; bayangin lebih dari 3 bulan blog ini sama sekali gak kesentuh. Maklumlah lagi sibuk dan pusing dengan yang namanya UP&#8230; Gak tau juga kenapa belakangan jadi gak pernah ada MUD buat nge-blog. Apa karena dah ada yang lebih asik ya??? Hehe maklum selain sibuk samaUP pusing&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:like href="http%3A%2F%2Fndra.gmib26.net%2F2007%2F12%2Fblog-yang-terlantar%2F" send="true" width="450" show_faces="true" font=""></fb:like><p>Hehehe&#8230;</p>
<p>Lumayan lama juga blog ini terlantar gak keurus&#8230; bayangin lebih dari 3 bulan blog ini sama sekali gak kesentuh. Maklumlah lagi sibuk dan pusing dengan yang namanya <b>UP</b>&#8230;</p>
<p>Gak tau juga kenapa belakangan jadi gak pernah ada <i></i> <i>MUD </i>buat nge-blog. Apa karena dah ada yang lebih asik ya??? Hehe maklum selain sibuk samaUP pusing juga ngurus bisnis &#8220;baru&#8221;, Huahahaha lagaknya&#8230;</p>
<p>Beberapa waktu lalu sempat kepikiran bakalan nyantai setelah semua UP dijalani. tapi ah&#8230; kenyataannya jadi tambah sibuk&#8230; (sampe gak sempat kencan&#8230;huahahaha&#8230<img src="http://ndra.gmib26.net/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/13.gif" style="border:none;background:none;" alt=";)" /></p>
<p>Satu pekerjaan terlewati ternyata telah menunggu pekerjaan yang baru, hihihi&#8230; namanya juga kita hidup&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra.gmib26.net/2007/12/blog-yang-terlantar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebenaran Sejati</title>
		<link>http://ndra.gmib26.net/2007/08/65/</link>
		<comments>http://ndra.gmib26.net/2007/08/65/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 02:46:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndra</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.gmib26.net/ndra/2007/08/14/65/</guid>
		<description><![CDATA[Pada zaman dahulu, ada seorang pedagang yang mempunyai seorang istri jelita dan seorang anak laki-laki yang sangat dicintainya. Suatu hari istrinya jatuh sakit dan tak berapa lama meninggal. Betapa pedihnya hati pria tersebut. Sepeninggal istrinya, dia mencurahkan segenap perhatian dan kasih sayangnya kepada anak laki-laki semata wayangnya. Suatu ketika pedagang tersebut pergi ke luar kota&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:like href="http%3A%2F%2Fndra.gmib26.net%2F2007%2F08%2F65%2F" send="true" width="450" show_faces="true" font=""></fb:like><p ALIGN="justify">Pada zaman dahulu, ada seorang pedagang yang mempunyai seorang istri jelita dan seorang anak laki-laki yang sangat dicintainya. Suatu hari istrinya jatuh sakit dan tak berapa lama meninggal. Betapa pedihnya hati pria tersebut. Sepeninggal istrinya, dia mencurahkan segenap perhatian dan kasih sayangnya kepada anak laki-laki semata wayangnya. Suatu ketika pedagang tersebut pergi ke luar kota untuk berdagang; anaknya ditinggal di rumah. Sekawanan bandit datang merampok desa tempat tinggal mereka. Para penjarah ini merampok habis harta benda, membakar rumah-rumah, dan bahkan menghabisi hidup penduduk yang mencoba melawan; rumah sang pedagang pun tak luput dari sasaran. Mereka bahkan menculik anak laki-laki sang pedagang untuk dijadikan budak.</p>
<p><img ALT="Kebenaran Sejati" SRC="http://ndra16.files.wordpress.com/2007/08/pic_true-heart.jpg" WIDTH="250" /></p>
<p ALIGN="justify">Betapa terperanjatnya sang pedagang ketika ia pulang dan mendapati rumahnya sudah jadi tumpukan arang. Dengan gundah hati, ia mencari-cari anak tunggalnya yang hilang. Ia menjadi frustrasi ketika mendapati banyak tetangganya yang dibantai dan mati terbakar. Di tengah kepedihan dan keputusasaan, ia menemukan seonggok belulang dan abu di sekitar rumahnya, di dekat tumpukan abu itu tergolek boneka kayu kesayangan anaknya. Yakinlah sudah ia bahwa itu adalah abu jasad anaknya. Meledaklah raung tangisnya. ia menggelepar-gelepar di tanah sembari meraupi abu jasad itu ke wajahnya. Satu-satunya sumber kebahagiaan hidupnya telah terenggut..Semenjak itu, pria tersebut selalu membawa-bawa abu anaknya dalam sebuah tas. Sampai setahun setelah itu ia suka mengucilkan diri, tenggelam dalam tangis sampai berjam-jam lamanya; kadang orang melihat ia tertawa sendiri, mungkin kala itu ia teringat masa-masa bahagia bersama keluarganya. Ia terus larut dalam kesedihan tak terperikan..</p>
<p><span id="more-31"></span></p>
<p ALIGN="justify">Musim berlalu. sang anak akhirnya berhasil meloloskan diri dari cengkeraman para penculiknya. Ia bergegas pulang ke kampung halamannya. Sesampai di kediaman ayahnya, ia mengetuk pintu rumah sembari berteriak senang, &#8220;Ayah, ini aku pulang!&#8221; Sang ayah yang waktu itu lagi tertidur di ranjangnya, terbangun mendengar suara itu. Ia berpikir, &#8220;Ini pasti ulah anak-anak nakal yang suka meledekku itu!&#8221; &#8220;Pergi! Jangan main-main!&#8221; Mendengar sahutan itu, sang anak kembali berteriak, &#8220;Ayah! Ini aku, anakmu!&#8221; Dari dalam rumah terdengar lagi, &#8220;Jangan ganggu aku terus! Pergi kamu!&#8221; Sang anak menggedor pintu dan berteriak lebih lantang, &#8220;Buka pintu ayah! Ini betul anakmu!&#8221; Mereka saling bersahutan. sang ayah terus bersikeras tidak membuka pintu. Sang anak pun akhirnya putus asa dan berlalu dari rumah itu.. Sang Guru menutup cerita itu dan menyampaikan, &#8220;Sebagian orang begitu erat memegang apa yang mereka &#8216;ANGGAP&#8217; sebagai kebenaran. Ketika Kebenaran Sejati betul-betul datang, belum tentu mereka membuka pintu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra.gmib26.net/2007/08/65/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nagels Tantra</title>
		<link>http://ndra.gmib26.net/2007/08/nagels/</link>
		<comments>http://ndra.gmib26.net/2007/08/nagels/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Aug 2007 03:47:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndra</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.gmib26.net/ndra/2007/08/01/nagels/</guid>
		<description><![CDATA[File dibawah ini merupakan sebuah file slide show yang aku dapatkan beberapa tahun lalu dari seorang teman. Berisi beberapa petuah sederhana namun sangat berharga bagi kita. Nagels Tantra sendiri sebenarnya merupakan sebuah ajaran umat hindu si India Utara yang berisi nasehat-nasehat untuk kehidupan. Beberapa diantaranya diterjemahkan dalam bahasa inggris kemudian oleh seorang teman diterjemahkan kedalam&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:like href="http%3A%2F%2Fndra.gmib26.net%2F2007%2F08%2Fnagels%2F" send="true" width="450" show_faces="true" font=""></fb:like><p><img width="200" src="http://ndra16.files.wordpress.com/2007/08/untitled-1.jpg" alt="untitled-1.jpg" /></p>
<p align="justify">File dibawah ini merupakan sebuah file slide show yang aku dapatkan beberapa tahun lalu dari seorang teman. Berisi beberapa petuah sederhana namun sangat berharga bagi kita. Nagels Tantra sendiri sebenarnya merupakan sebuah ajaran umat hindu si India Utara yang berisi nasehat-nasehat untuk kehidupan. Beberapa diantaranya diterjemahkan dalam bahasa inggris kemudian oleh seorang teman diterjemahkan kedalam bahasa indonesia untuk disebar luaskan disini&#8230;</p>
<p align="justify">Aku juga berharap teman-teman yang membaca file ini juga bersedia meluangkan waktunya untuk meneruskan file Nagels Tantra ini kepada yang lain&#8230;</p>
<p align="justify"><a href="http://ndra16.files.wordpress.com/2007/08/nagels-tantra.ppt" title="Download File Nagels Tantra"><em>Download</em></a><em> File Nagels Tantra</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra.gmib26.net/2007/08/nagels/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penjual ikan dan papan pengumuman</title>
		<link>http://ndra.gmib26.net/2007/07/penjual-ikan-dan-papan-pengumuman/</link>
		<comments>http://ndra.gmib26.net/2007/07/penjual-ikan-dan-papan-pengumuman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jul 2007 04:56:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndra</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.gmib26.net/ndra/2007/07/23/penjual-ikan-dan-papan-pengumuman/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin cerita dibawah ini dapat menjadi sedikit masukan bagi kita semua bahwa kita hidup berdampingan dengan orang lain tidak mungkin bisa memenuhi semua keinginan mereka. Kita harus memiliki sebuah keyakinan akan sesuatu yang kita lakukan, harus memiliki prinsip dan tidak asal mengikuti perkataan setiap orang. Alkisah, hidup seorang penjual ikan segar yang setiap pagi dia&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:like href="http%3A%2F%2Fndra.gmib26.net%2F2007%2F07%2Fpenjual-ikan-dan-papan-pengumuman%2F" send="true" width="450" show_faces="true" font=""></fb:like><p><img width="200" src="http://www.indigoarts.com/gallery_art/bigaud_fishvendor.jpg" alt="penjual ikan" /></p>
<p align="justify">Mungkin cerita dibawah ini dapat menjadi sedikit masukan bagi kita semua bahwa kita hidup berdampingan dengan orang lain tidak mungkin bisa memenuhi semua keinginan mereka. Kita harus memiliki sebuah keyakinan akan sesuatu yang kita lakukan, harus memiliki prinsip dan tidak asal mengikuti perkataan setiap orang.</p>
<p align="justify">Alkisah, hidup seorang penjual ikan segar yang setiap pagi dia menjual ikan yang dia beli langsung dari nelayan di pasar kampung tempat dia tinggal. Suatu pagi, dia berpikir untuk membuat sebuah papan pengumuman yang bertuliskan &#8220;DISINI JUAL IKAN SEGAR&#8221;. Dia berpikir dengan papan tersebut akan bisa membuat ikan yang dijualnya bisa banyak. Maka dengan segenap harapan, dia membuat papan pengumuman tersebut.</p>
<p align="justify">Setelah papan pengumuman tersebut selesai dibuat berangkatlah dia kepasar untuk berjualan ikan yang baru dibelinya dari nelayan. Sesampainya di pasar, dia menggelar barang dagangan yang berupa berbagai macam ikan segar dan menaruh papan pengumuman itu di depan tempat dia berjualan.</p>
<p><span id="more-27"></span></p>
<p align="justify">Baru saja dia menaruh papan pengumuman, datang seorang pembeli dan membaca pengumuman ter sebut sedikit ter heran dia berkomentar &#8220;Bang, aku tau abang jualan itu disini, didalam pasar bukan dirumah, jadi hapus saja kata-kata &#8216;DISINI&#8217;-nya&#8221;. Si penjual ikan berpikir dalam hati, ah&#8230;benar juga.. Maka dihapusnyalah kata DISINI sehingga papan pengumuman itu sekarang bertuliskan &#8220;JUAL IKAN SEGAR&#8221;</p>
<p align="justify">Baru selesai menghapus kata DISINI, datang pembeli kedua dan membaca papan pengumuman itu, dia terheran lalu berkomentar &#8220;Aku sudah tahu kalo abang itu jualan bukan membeli ikan, hapus saja kata &#8216;JUAL&#8217;-nya&#8221;, penjual ikan kembaqli berpilkir..&#8217;benar juga!&#8217; lalu diapun menghapus kata JUAL tersebut sehingga menjadi &#8220;IKAN SEGAR&#8221;.</p>
<p align="justify">Lalu datang pembeli ketiga, diapun membaca papan tersebut lalu berkomentar &#8220;Aku tahu ini ikan segar, bukan ikan kemarin&#8221;. pembeli tersebut menyarankan untuk menhapus kata SEGAR dan kembali penjual ikan menurutinya sehingga kali ini papan itu hanya bertuliskan &#8220;IKAN&#8221;.</p>
<p align="justify">Dan, anda semua pasti telah bisa menebak arah ceritanya&#8230; benar..,datang pembeli keempat yang juga berkomentar &#8220;Semua tahu kalau ini ikan bukannya tempe!&#8221; maka di hapuslah kata-kata terakhir dalam papan pengumuman itu..Kini, tidak ada lagi papan pengumuman didepan tempat dia berjualan. dan hari itu, ikan yang dia jualpun tak jauh berbeda dengan hari-hari biasanya..</p>
<p align="justify">Kita tidak mungkin mengikuti dan memenuhi perekataan setiap orang, karena mereka selalu memiliki kebutuhan yang beragam yang sering kali bersinggungan dengan keinginan kita. Seperti cerita diatas, kita tidak akan pernah memperoleh yang kita inginkan jika kita selalu mendengarkan omongan negatif dari orang-orang disekitar kita. Selama yang kita kerjakan tidak merugikan orang lain dan hal itu bermanfaat bagi kita anggap lalu saja setiap perkataan yang membuat pikiran kita kacau..</p>
<p align="justify"><em><font size="2"><font color="#4169e1" face="Comic Sans MS">We Can If We Think Can,<br />
Don&#8217;t be afraid of wanting changes in your life, </font></font></em><br />
<em><font face="Comic Sans MS"><font size="2"><font color="#4169e1">Don&#8217;t be afraid to go to wherever you decide, </font></font></font></em><br />
<em><font face="Comic Sans MS"><font size="2"><font color="#4169e1">Believe in your self and believe in what you can do, </font></font></font></em><br />
<em><font face="Comic Sans MS"><font size="2"><font color="#4169e1">And no one can deny the will that lies in you.</font></font></font></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra.gmib26.net/2007/07/penjual-ikan-dan-papan-pengumuman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>God never closes a door without opening another</title>
		<link>http://ndra.gmib26.net/2007/07/god-never-closes-a-door-without-opening-another/</link>
		<comments>http://ndra.gmib26.net/2007/07/god-never-closes-a-door-without-opening-another/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jul 2007 04:35:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndra</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.gmib26.net/ndra/2007/07/21/god-never-closes-a-door-without-opening-another/</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin pagi aku terbangun ketika matahari sudah beranjak tinggi, yah memang sudah pukul 6.30 waktu itu. Sedikit kesiangan bangunku kali ini. Seperti biasanya, setiap pagi sebelum berangkat keluar, kusempatkan diri untuk membersihkan rumah. Ketika hendak membuka jendela, mataku tertuju pada seekor serangga yang sedang terbang berusaha keluar dengan melewati kaca jendela. Dengan terus mengepakkan sayapnya&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:like href="http%3A%2F%2Fndra.gmib26.net%2F2007%2F07%2Fgod-never-closes-a-door-without-opening-another%2F" send="true" width="450" show_faces="true" font=""></fb:like><p><img width="300" src="http://ndra16.files.wordpress.com/2007/07/22617416.jpg" alt="Serangga Mati" /></p>
<p align="justify">Kemarin pagi aku terbangun ketika matahari sudah beranjak tinggi, yah memang sudah pukul 6.30 waktu itu. Sedikit kesiangan bangunku kali ini. Seperti biasanya, setiap pagi sebelum berangkat keluar, kusempatkan diri untuk membersihkan rumah. Ketika hendak membuka jendela, mataku tertuju pada seekor serangga yang sedang terbang berusaha keluar dengan melewati kaca jendela. Dengan terus mengepakkan sayapnya dengan cepat siserangga berusaha sekuat tenaga untuk bisa terbang keluar rumah. Muncul pikiran iseng, aku urungkan niatku untuk membuka jendela tersebut, namun kubuka jendela yang sebelahnya. &#8220;Apa yang akan serangga itu lakukan?&#8221; pikirku dalam hati. Setelah itu aku mandi dan berangkat, baru pulang malam sekitar pikul 9 malam dan langsung tertidur saking capeknya.</p>
<p align="justify">Pagi ini aku terbangun pukul 4.30, Hehehe&#8230; masih pagi rupanya&#8230; Aku baru teringat dengan serangga kemarin pagi, bagai mana ya keadaannya? Serangga itu masih berada disana, namun keadaanya sangat namun keadaanya sangat jauh berbeda dengan keadaan kemarin pagi. Tak lagi terlihat semangatnya mengepakkan sayap, serangga tersebut hanya terdiam, tak bergerak sedikitpun, serangga tersebut telah &#8220;MATI&#8221;.<br />
<span id="more-26"></span>Mungkin serangga tersebut kelelahan atau bisa jadi telah putus asa karena tak bisa keluar, padahal dunia luar sudah terlihat didepan mata. Andaikan sang serangga mau terbang melalui jendela yang terbuka disebelahnya mungkin dia sekarang tengah bersenang-senang terbang di dunia luar yang bebas.</p>
<p align="justify">&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p align="justify">Seringkali kita berpikir bahwa jalan yang kita tempuh sudah benar, kita meyakini yang kita lakukan merupakan yang terbaik bagi kita sehingga terkadang kita tidak melihat bahwa ada jalan lain yang lebih baik buat kita. Seringkali mata kita tertutup oleh sebuah keyakinan akan sebuah hal secara berlebihan sehingga kita melupakan bahwa masih ada hal lain yang mungkin lebih baik bagi kita. Seringkali kita tak mau mencoba jalan lain karena kita sangat yakin bahwa jalan yang kita ambil adalah jalan yang terbaik padahal kita sangat sadar berkali-kali kita mengalami kegagalan disana. Terkadang ada saat-saat kita harus bisa menerima kenyataan bahwa pintu yang kita tuju telah tertutup, adakalanya kita harus berani membuka mata untuk melihat pintu lain yang sedang terbuka untuk kita. Percayalah bahwa jika salah satu pintu telah tertutup, Tuhan pasti telah membukakan pintu lain buat kita. Jika telah menemui sebuah kebuntuan, ada baiknya cobalah jalan lain&#8230;</p>
<p align="justify">Remember that,&#8230;</p>
<p align="justify"><strong>God never closes a door without opening another..</strong></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra.gmib26.net/2007/07/god-never-closes-a-door-without-opening-another/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kita tak pernah memiliki&#8230;</title>
		<link>http://ndra.gmib26.net/2007/03/kita-tak-pernah-memiliki/</link>
		<comments>http://ndra.gmib26.net/2007/03/kita-tak-pernah-memiliki/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2007 05:07:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndra</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.gmib26.net/ndra/2007/03/28/kita-tak-pernah-memiliki/</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan. Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:like href="http%3A%2F%2Fndra.gmib26.net%2F2007%2F03%2Fkita-tak-pernah-memiliki%2F" send="true" width="450" show_faces="true" font=""></fb:like><p>Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.<br />
Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.<br />
Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya<br />
terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.<br />
&#8220;Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,&#8221; gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.<br />
&#8220;Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,&#8221; kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya kekolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.<br />
Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.<br />
<span id="more-25"></span></p>
<p>Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata<br />
pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.<br />
Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu.<br />
Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.<br />
Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.<br />
Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.<br />
Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, &#8220;Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?&#8221;</p>
<p>Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, &#8220;Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi&#8221;.</p>
<p>Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra.gmib26.net/2007/03/kita-tak-pernah-memiliki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

