<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>-=&#124; Catatan Fredy Rendra &#124;=- &#187; HDD</title>
	<atom:link href="http://ndra.gmib26.net/tag/hdd/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ndra.gmib26.net</link>
	<description>&#34; Catatan tentang kehidupan, persahabatan, kedokteran gigi, kesehatan, dunia IT, internet dan Open Source &#34;</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 15:18:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Membuat Server Mendeteksi Listrik Padam dan Secara Otomatis Melakukan Shutdown</title>
		<link>http://ndra.gmib26.net/2011/07/membuat-server-mendeteksi-listrik-padam-dan-secara-otomatis-melakukan-shutdown/</link>
		<comments>http://ndra.gmib26.net/2011/07/membuat-server-mendeteksi-listrik-padam-dan-secara-otomatis-melakukan-shutdown/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 06:05:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[Harddisk]]></category>
		<category><![CDATA[HDD]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[open source]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndra.gmib26.net/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Berulang kali saya harus mengalami Harddisk jebol karena seringnya listrik padam dan UPS tidak mampu membackup power dalam jangka waktu lama. Mungkin hal ini tidak akan jadi masalah bagi anda semua yang memilki UPS dengan kapasitas besar dan backup time yang cukup lama. Namun, bagi saya yang hanya mampu membeli aki basah 10AH untuk memodifikasi&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:like href="http%3A%2F%2Fndra.gmib26.net%2F2011%2F07%2Fmembuat-server-mendeteksi-listrik-padam-dan-secara-otomatis-melakukan-shutdown%2F" send="true" width="450" show_faces="true" font=""></fb:like><p style="text-align: justify;"><a href="http://ndra.gmib26.net/wp-content/uploads/2011/07/server.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-417" title="server" src="http://ndra.gmib26.net/wp-content/uploads/2011/07/server-253x300.jpg" alt="" width="253" height="300" /></a>Berulang kali saya harus mengalami Harddisk jebol karena seringnya listrik padam dan UPS tidak mampu membackup power dalam jangka waktu lama. Mungkin hal ini tidak akan jadi masalah bagi anda semua yang memilki UPS dengan kapasitas besar dan backup time yang cukup lama. Namun, bagi saya yang hanya mampu membeli aki basah 10AH untuk memodifikasi UPS usang merk kenika yang bettreynya udah rusak, padamnya listrik PLN yang waktunya sangat susah diprediksi menjadi musuh yang sangat menakutkan <img src="http://ndra.gmib26.net/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/takuts.gif" style="border:none;background:none;" alt=":takuts" /> . Berulang kali saya harus dengan terpaksa menginstall ulang server karena HDD yang jebol.  Belum lagi keperluan saya yang harus sering meninggalkan rumah dalam jangka waktu lama membuat saya tidak bisa mematikan server jika terjadi pemadaman listrik tiba2. Saya sangat butuh solusi yang bisa membuat server secara otomatis shutdown saat listrik padam sebelum UPS kehabisan daya untuk membackup power untuk server.</p>
<p style="text-align: justify;">Terinspirasi dari fitur <em>Netwatch</em> di mikrotik, maka saya mulai berpikir untuk memanfaatkan fitur <strong>ping</strong> untuk mendeteksi adanya listrik padam. Konsep dasarnya, server akan melakukan ping secara berkala dimana jika terjadi ping timed out, maka server akan mengeksekusi perintah shutdown. Untuk menjalankan konsep itu, maka dibutuhkan sebuah alat yang selalu menyala dan bisa di ping dan terhubung langsung dengan listrik PLN, disini saya punya satu Akses Point (AP) untuk wireless lan yg saya nyalakan di dalam rumah, tetapi tidak saya masukkan UPS, nah AP inilah nantinya yang akan menjadi parameter ping untuk proxy server. sehingga saat ping reply ke AP ini timed out, karena AP mati saat listrik PLN padam, maka proxy akan mengeksekusi script self shutdown. Tinggal sesuaikan saja dengan topologi jaringan di tempat anda, kira-kira alat apa yang bisa di ping sebagai parameter padamnya listrik PLN.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-415"></span>Anda juga bisa memanfaatkan script ini untuk mematikan server saat malam dimana sudah tidak ada lagi client yang menggunakan service dari server tersebut, misal di warnet yang tidak buka 24 jam, Komputer operator pun bisa menjadi parameter ping-nya.</p>
<p style="text-align: justify;">langkah kerja yang dilakukan :</p>
<p style="text-align: justify;">buka terminal proxy (saya pake Ubuntu) via Putty. Yang terbiasa dengan webmin dan winscp akan lebih mudah.<br />
buat sebuah file dengan nama <strong>shutdown.sh</strong>, saya buatnya di folder root</p>
<blockquote><p><code>cd /root<br />
pico shutdown.sh</code></p></blockquote>
<p>Selanjutnya pastekan script sederhana berikut :</p>
<blockquote><p><code><br />
#!/bin/sh</code></p>
<p>IP_LIST=&#8217;192.168.0.200&#8242;</p>
<p>ALIVE=0<br />
for IP in $IP_LIST; do<br />
ping -q -c1 -w5 $IP<br />
if [ $? -eq 0 ]; then<br />
ALIVE=1<br />
echo &#8220;$IP is alive: $(date)&#8221; &gt;&gt; /root/shutdown.log<br />
break<br />
fi<br />
done</p>
<p>if [ $ALIVE -eq 0 ]; then<br />
echo &#8220;***ShutDown*** $(date)&#8221; &gt;&gt; /root/shutdown.log<br />
echo &#8220;###########################&#8221; &gt;&gt; /root/shutdown.log<br />
/sbin/shutdown -h now<br />
fi</p></blockquote>
<p>ubah permission agar bisa di eksekusi :</p>
<blockquote><p><code><br />
chmod +x /root/shutdown.sh</code></p></blockquote>
<p>masukkan script kedalam crontab agar di eksekusi sesuai keinginan kita. Yang saya lakukan disini setiap 3 menit</p>
<blockquote><p><code><br />
crontab -e<br />
</code></p></blockquote>
<p>masukkan baris dibawah :</p>
<blockquote><p><code><br />
0,3,6,9,12,15,18,21,24,27,30,33,36,39,42,45,48,51,54,57 * * * * /root/shutdown.sh<br />
</code></p></blockquote>
<p>Coba sekarang cabut kabel UTP yang mengarah pada AP ataupun alat lain yang menjadi parameter ping server, tunggu beberapa menit sesuai dengan waktu pada cronjob. Jika script yang anda tuliskan benar, maka server akan secara otomatis shutdown beberapa saat kemudian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selamat mencoba, dan semoga memberikan manfaat.</p>
<p><img src="http://ndra.gmib26.net/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/toastcendol.gif" style="border:none;background:none;" alt=":toast" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra.gmib26.net/2011/07/membuat-server-mendeteksi-listrik-padam-dan-secara-otomatis-melakukan-shutdown/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Partisi Baru Windows Vista di Acer Travelmate 4730G</title>
		<link>http://ndra.gmib26.net/2009/01/72/</link>
		<comments>http://ndra.gmib26.net/2009/01/72/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 12:08:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ndra</dc:creator>
				<category><![CDATA[world]]></category>
		<category><![CDATA[4730G]]></category>
		<category><![CDATA[Acer]]></category>
		<category><![CDATA[Acer TravelMate 4730G]]></category>
		<category><![CDATA[Harddisk]]></category>
		<category><![CDATA[HDD]]></category>
		<category><![CDATA[partisi]]></category>
		<category><![CDATA[TravelMate]]></category>
		<category><![CDATA[Vista]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ndra.gmib26.net/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Saat membeli notebook baru Acer Travelmate 4730-862G32Mn anda akan mendapatkan HDD dengan kapasitas 320GB yang terpartisi menjadi 2 primary partition (drive C: dan D: ) dengan kapasitas masing-masing 144GB dan sisa kapasitas lainnya dalam partisi yang disembunyikan berisi recovery sistem untuk mengembalikan sistem jika sewaktu-waktu terjadi masalah dengan windows anda. Sebenarnya Windows Vista telah memberikan&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<script src="http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1"></script><fb:like href="http%3A%2F%2Fndra.gmib26.net%2F2009%2F01%2F72%2F" send="true" width="450" show_faces="true" font=""></fb:like><p align="justify"><a href="http://ndra.gmib26.net/wp-content/uploads/2009/01/harddisk.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-71" title="harddisk" src="http://ndra.gmib26.net/wp-content/uploads/2009/01/harddisk-150x150.jpg" alt="harddisk" width="150" height="150" align="left" /></a>Saat membeli notebook baru Acer Travelmate 4730-862G32Mn anda akan mendapatkan HDD dengan kapasitas 320GB yang terpartisi menjadi 2 primary partition (drive C: dan D: ) dengan kapasitas masing-masing 144GB dan sisa kapasitas lainnya dalam partisi yang disembunyikan berisi recovery sistem untuk mengembalikan sistem jika sewaktu-waktu terjadi masalah dengan windows anda.</p>
<p align="justify">Sebenarnya Windows Vista telah memberikan sebuah tool gratis untuk me-resize drive C: anda. Namun dari beberapa forum yang saya baca prosesnya cukup sulit dan hanya dibatasi hingga 50% dari kapasitas drive C: ini berarti drive C akan berkapasitas lebih dari 70GB yang untuk ukuran system terlalu besar menurut saya. Karena dari pengalaman saya, Windows Vista dengan banyak software terinstall (sebagain membutuhkan kapasitas besar Ms.Office 2007 full, Adobe Pothoshop CS3 dan beberapa sofware besar lain) hanya memerlukan kapasitas sekitar 30GB sehingga untuk partisi sebesar 45-50GB sudah sangat memadai untuk sebuah partisi Windows Vista.<span id="more-72"></span></p>
<p class="MsoNormal">Ada dua cara yang menurut saya bisa dilakukan untuk mengubah partisi<span> </span>drive C: dan menjadikannya 2 Partisi baru. Yang pertama, (ini yang saya lakukan) Windows Vista tidak merekomendasikan partisi pada hardisk sehingga saya menurunkan sistem Operasi saya terlebih dahulu menjadi Windows XP. Jika anda membeli notebook yang sama dengan tipe yang saya beli anda akan mendapatkan DVD recovery yang berisi windows Xp yang jika anda menggunakannya anda mendapat lisensi penuh dari Acer. <span> </span>Setelah Windows XP terinstall anda dapat menggunakan software seperti Partition Magic untuk mengubahnya. Kenapa harus menggunakan Windows XP terlebih dahulu? Karena Partition Magic tidak mensupport Windows XP. Atau jika Notebook anda masih baru dan belum ada data di drive C: anda bisa juga menggunakan CD installer Windows XP dan melakukan partisi selama proses intall Windows XP. Dan memformatnya dengan file system NTSF.</p>
<p class="MsoNormal">Sebelumnya anda harus menghapus partisi C: yang sudah ada, dan membuat ulang partisi C dengan ukuran sesuai kebutuhan anda dan begitu juga dengan partisi sisa dari drive C tersebut. Setelah partisi selesai dibuat, anda kan diminta menentukan jenis File System dan diminta untuk memformat partisi yang anda pilih dan selanjutnya installer akan mengkopikan file yang dibutuhkan untuk proses selanjutnya. Ikuti saja proses tersebut hingga sistem akan mereboot komputer anda. Saat reboot, saat notebook menampilkan logo Acer, tekan Alt+F10 untuk mengaktifkan proses Recovery Windows Vista lagi dan ikuti prosesnya sampai selesai. Setelah Windows Vista anda selesai di recover, anda harus memformat partisi yang anda buat setelah partisi C tadi dengan menggunakan windows explorer. Setelah anda format, anda sudah bisa menggunakan Hardisk anda dengan jumlah partisi sebanyak 3 drive.</p>
<p class="MsoNormal">Ada cara lain lagi, jika anda memiliki uang, anda bisa membeli sofware produksi Paragon yang sudah mensupport windows Vista. Paragon Disk Manager atau Paragon Partition Manager. Dengan manggunakan software ini anda tidak perlu susah2 mengikuti langkah-langkah rumit diatas. Tinggal melakukan pengaturan menggunakan sofware tersebut dan melakukan <strong><em>Apply.</em></strong> Maka Sofware akan secara otomatis akan melakukan perubahan pada harddisk anda. Proses ini akan merestart komputer anda, dan melanjutkan prosesnya sebelum masuk Windows hingga selesai. Lebih sederhana dan mudah.</p>
<p class="MsoNormal">Selamat mencoba..!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ndra.gmib26.net/2009/01/72/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

